Nyantrik 1 : A More Responsive and More Responsive Architecture

0 Shares
0
0
0

Nyantrik, sebuah kata dalam bahasa Jawa yang artinya: menuntut ilmu dengan belajar langsung kepada seorang Guru yang menguasai ilmu secara teoretis maupun praksis. IAI Jawa Timur mengadopsi proses Nyantrik tersebut menjadi kegiatan masterclass online dengan tema “A More Responsive and More Responsible Architecture”

Masterclass Nyantrik #1 ini dimentori oleh Eko Prawoto, arsitek yang concern dengan masalah kepekaan membaca kehidupan, termasuk bagaimana sikap arsitek dalam menghadapi perubahan yang tak terelakkan. Sebagai pemicu isu, Nyantik #1 akan menghadirkan secara online arsitek muda India bernama Vinu Daniel, yang akan sharing pengalamannya dengan tajuk: The Politics of Materials

Pendaftaran Nyantrik #1 dibuka mulai hari ini, tgl 12 agustus 2021 pukul 13.00 WIB sampai dengan tgl 26 agustus 2021 pukul 20.00 WIB. terbuka bagi anda para arsitek muda di seluruh Indonesia dari berbagai daerah yang berusia maksimal 33 tahun dan tertarik untuk mengembangkan diri menjadi arsitek yang lebih peka dan lebih punya sikap di era disruptif saat ini

Dalam proses ini, dipilih 5 sampai 7 arsitek muda sebagai CANTRIK. Acara Nyantriknya sendiri akan berlangsung mulai tanggal 1 september 2021 hingga 15 september 2021.

Setelah melalui seleksi yang cukup ketat, pada akhirnya Tim Nyantrik IAI Jatim berhasil memilih 6 pendaftar (arsitek muda dari berbagai daerah di Indonesia) yang dianggap layak menjadi Cantrik.

Selamat untuk ke-6 Cantrik yang lolos untuk masuk Program “Nyantrik 1” yang diadakan IAI Jatim dengan tema besar “A More Responsive and More Responsible Architecture”.


Ke-6 Cantrik terpilih adalah:
1. Ld. Abd. Shalim Tehupelasury dari Buton ( @shalim_t.ry )
2. Hikmatyar Abdul Aziz dari Yogyakarta ( @hikmatyaraziz )
3. Rahman Akbar Sayekti dari Bali ( @say.arch )
4. Intan Kumala Fauziah dari Bojonegoro ( @infau )
5. Irfan Zaky dari Yogyakarta ( @irfnjm )
6. Prabowo Hanifianto dari Jakarta ( @prabowohanifianto )

Ke-6 Cantrik tersebut akan menjalani proses pendadaran dalam koridor “The Politics of Materials” yang dimentori oleh arsitek Eko Prawoto selama dua minggu ke depan.

0 Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

You May Also Like